Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, ketika dihubungi detikcom via telepon, Selasa (5/7/2011) mengatakan pihaknya siap untuk membantu biaya pengobatan Dora ke depan. Bantuan biaya tersebut, baik selama Dora menjalani rawat jalan di RS M Djamil Padang maupun biaya ketika Dora harus kembali berobat ke RSCM Jakarta sekitar 1,5 bulan mendatang.
"Kita juga sudah mempersiapkan bantuan modal usaha dan membangun sebuah rumah permanen untuk ditempati Dora dan adik-adiknya. Hitungan sementara, hingga kini kita sudah berhasil menghimpun bantuan dari masyarakat untuk Dora sekitar Rp 310 juta," ujar Musfi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata IPK Dora semasa kuliah mencapai 2,75. Ketua Yayasan Universitas Bung Hatta, Pak Fachri Ahmad, berjanji untuk memberi beasiswa untuk Dora sampai tamat kuliah," ujar Humas Universitas Bung Hatta, Indrawadi.
Dikatakan Indrawadi, selain dinilai pantas dan memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa, dukungan biaya pendidikan itu juga sebagai bentuk apresiasi Universitas Bung Hatta atas kegigihan Dora memperjuangkan pendidikannya meski dalam kondisi sulit.
Sejak beberapa waktu terakhir, Dora Indriyanti Tri Murni menjalani pengobatan di RS M Djamil Padang dan RSCM Jakarta karena menderita penyakit langka, yakni mengeluarkan keringat darah dari pori-pori kepalanya bila ia berpikir terlalu keras. Pada beberapa kasus, gadis cantik berambut cepak juga mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinganya.
Selain karena penyakitnya yang langka, Dora mendapat perhatian luas dari publik karena kisah hidupnya yang luar biasa. Perempuan muda yang sudah piatu tersebut, diketahui pernah menjadi tukang ojek, kuli bangunan, satpam, dan cleaning service untuk membiayai hidup dan pendidikannya. Dora juga bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan pendidikan dua adiknya.
(yon/fay)











































