Orang tua sang bayi, Rudi Sinamo mengatakan, sebelumnya pihak keluarga telah membawa Zaneta ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sari Mutiara di Jl. Kapten Muslim, Medan, karena mengalami pendarahan, Selasa (26/6/2011) lalu. Kemudian pihak RSU Sari Mutiara merujuk Zaneta ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Setelah menjalani pemeriksaan selama empat hari, pihak RSUP Haji Adam Malik menyatakan tidak mampu mengobati penyakit Zaneta. Akhirnya pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB, Zaneta dibawa pulang ke rumahnya di Jl. Parwita Yasa, No. 7, Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Β
"Apalagi yang bisa kami buat. Dua rumah sakit bilang tidak mampu mengobati anak saya. Katanya tidak ada obatnya. Sekarang cuma bisa kami rawat di rumah," kata Rudi yang didampingi istrinya Reni F Brutu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak punya biaya untuk perobatan Zaneta. Kalau pun punya uang, kami bingung mau berobat kemana. Moga ada dermawan yang membantu," kata Rudi.
Dalam perawatan di rumahnya, Zaneta hanya bisa terbaring di atas tilam lusuh. Tiap beberapa menit, Zaneta menangis karena rasa sakit pada bagian perutnya yang makin hari terus membengkak.
Sebelumnya, Melati (5) tahun, warga Kecamatan Medan Belawan, Sumut, juga menderita penyakit yang sama. Anak pasangan Yuli Afrizal dan Meirika ini akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan beberapa bulan di rumah sakit di Jakarta.
(rul/anw)










































