Acara yang bertema Sustainable ‘Water Solutions for a Changing Urban Environment’, ini digelar di Suntec Singapore International Convention dan Exhibiton Center, Singapura, Senin (4/7/2011). Singapura sebagai tuan rumah dianggap sebagai penggerak utama dalam penelitian dan pengembangan solusi baru untuk air yang berkelanjutan.
Dalam pidato pembukaan SIWW, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam mengatakan, negaranya selalu menganggap air adalah sumberdaya penting bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Singapura, yang luas wilyahnya cuma 580 kilometer persegi - lebih kecil dari Jakarta - tercatat sudah memanfaat 17 waduk dan hampir 30 sungai sebagai sumber pengelolaan air besih. Air keran di Singapura juga bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lebih dulu.
Ada empat program andalan dalam SIWW ini, yakni Penghargaan Air Lee Kuan Yew, Konferensi Pemimpin Air, Konvensi Air, Pameran Air dan Forum Bisnis. Penghargaan Air Lee Kuan Yew akan diberikan kepada mereka yang memiliki inovasi pengelolaan air bagi perkembangan kemanusiaan.
Pengharagaan itu memasukkan 72 nominasi dari 29 negara. Sementara dalam Konferensi Pemimpin Air akan dihadiri oleh 350 pembuat kebijakan dan pemimpin industri. Konvensi Air akan dihadiri oleh lebih dari 1.200 ahli dan praktisi.
(lrn/anw)











































