Aksi demonstrasi menolak rencana pembangunan mal di bekas pabrik es Saripetojo digelar warga, Senin (4/6/2011) siang. Ratusan orang dari berbagai kalangan di Solo tersebut berkumpul di depan pintu gerbang Saripetojo yang telah ditutup semenjak terjadinya polemik.
"Kalau Bibit Waluyo (gubernur Jateng-red) tetap melakukan pembangunan mal, kami akan menghentikan dengan paksa," ujar Kristanto, koordinator aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gubernur Jawa Tengah seharusnya mematuhi UU dan perda sesuai yang dimandatkan dalam pelaksanaan otonomi daerah. Langkah yang diambil Pemkot Surakarta membatasi pertumbuhan mal dan menomorsatukan pasar tradisional telah berada di jalur yang benar," ujar Romo Mudji di depan massa aksi.
Lebih lanjut, lelaki asal Solo tersebut juga menyayangkan langkah Bibit Waluyo yang tidak menghargai bangunan peninggalan masa lalu dan justru merusaknya untuk hanya untuk kepentingan pemodal. Padahal seharusnya Bibit bangga di daerahnya masih terdapat kota yang memiliki beragam bangunan cagar budaya.
"Seharusnya Bibit Waluyo malu melakukan perusakan sisa peninggalan budaya masa lalu tersebut. Nilai historis bekas pabrik es Saripetojo harus dipertahankan, bukan justru dirusak, apalagi diambrukkan," ujarnya.
(mbr/fay)











































