Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Kepulauan Mentawai Bastian Sirirui, kepada detikcom melalui telepon, Senin (4/7/2011). Bila tidak segera mendapatkan solusi, kata Bastian, persoalan BBM itu dikhawatirkan akan menghambat agenda Pemilukada.
"Selain mahal, ketersediaan BBM di daerah ini juga langka. Kondisi seperti ini sudah berlangsung berbulan-bulan," ujar Bastian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain kondisi geografis yang sulit, transportasi di sini sangat tergantung pada speed boat untuk angkutan antar pulau. Kita akan butuh BBM banyak untuk mendistribusikan logistik Pemilukada," katanya.
Soal anggaran, Bastian mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 9,1 miliar untuk menggelar Pemilukada di daerah tersebut. Sejauh ini, DPRD setempat baru menyetujui anggaran sebesar Rp 7 miliar.
"Kekurangan akan ditutupi melalui anggaran perubahan. Kebutuhan Rp 9,1 Miliar itu kita hitung berdasarkan harga BBM Rp 5.500/liter. Bila harga BBM mencapai Rp 13 Ribu seperti sekarang, anggaran yang dibutuhkan akan makin besar," tukasnya.
Sementara itu, anggota KPU Sumbar Husni Kamil Manik memperkirakan anggaran Rp 7 miliar untuk Pemilukada Mentawai sudah mencukupi. Hitungannya, kata Husni, berdasarkan Pemilukada Gubernur Sumbar di Kabupaten Mentawai 2010 lalu yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar.
"Bila memang ada kenaikan, diperkirakan tidak akan melebihi angka 10-20 persen. Kita harus hati-hati soal anggaran. Usulan kebutuhan anggaran harus diiringi dengan konsep pelaporan yang jelas dan transparan," tukas Husni.
Proses Pemilukada di Kabupaten Kepulauan Mentawai sejauh ini sudah memasuki tahapan verifikasi terhadap enam calon bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar. 6 Pasangan calon yang mendaftar seluruhnya diusung partai politik.
Mereka adalah Yudas Sabaggalet-Rijel Samaloisa dari PDIP, Binsar Saleleubaja-Agustinus Sabebegen dari Partai Demokrat dan 4 partai lain, Kortanius Sabeleake-Hendri Dunant Sirait dari PDS, Hendri Nasrani-Rasyidin Syaiful diusung PAN dan PBB, Antonius Samaingilailai-Melki Sapolenggu jago dari Hanura dan Gerindra, serta Aurelius Yan-Jonimar Johannes dari 7 partai non kursi di DPRD Mentawai.
(yon/fay)











































