"Demi Allah saya tidak pernah jual beli kasus. Saya punya harga diri. Biar waktu yang buktikan. Saya lebih senang diklarifikasi dan saya sudah lapor pimpinan. Saya juga siap diperiksa internal dulu, karena harus dibuktikan dulu," kata Ito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2011).
Ito juga mengatakan kesiapannya jika PPATK memeriksa aliran dana yang masuk ke dalam rekeningnya. Asalkan yang diperiksa hanya tekait tudingan aliran dana dari Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu adanya aliran dana dari Nazaruddin, bermula dari penggeledahan yang dilakukan KPK di kantor milik Nazaruddin di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, pada malam 21 April 2011 lalu. Penggeledahan menyusul penangkapan atas Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris, dan Manajer PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang.
Informasi yang dikumpulkan, tim dari yang dipimpin langsung seorang petinggi KPK, beberapa jam setelah penangkapan Wafid Cs di Kemenpora, itu, menggeledah 4 lantai gedung milik Nazaruddin. Salah satunya gedung yang dipakai PT Anak Negeri.
Untuk melakukan penggeledahan itu, KPK sampai memanggil bantuan petugas Brimob untuk mengusir sejumlah tenaga keamanan yang diduga sengaja berjaga di gedung itu.
Nah, saat penggeledahan itulah KPK menemukan berbagai dokumen, salah satunya dikabarkan kuitansi berisi pembayaran kepada jenderal polisi. Benarkah? Seorang petugas KPK saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu tidak membantah.
"Tapi kita kan tidak tahu itu untuk apa, belum ada kaitan " terang petugas yang enggan disebutkan namanya itu.
Informasi beredar juga bahwa seorang pejabat Kepolisian, pada Senin 25 April 2011 pagi, diam-diam datang bertandang menemui Deputi Penindakan KPK Ade Raharja. Entah apa yang diperbincangkan, namun diduga terkait dokumen kuitansi-kuitansi pembayaran yang ditemukan.
Informasi yang diperoleh kuitansi itu sudah didata di dalam barang sitaan KPK. Sayangnya, Ade Raharja yang dikonfirmasi detikcom tidak memberikan respons. Demikian juga pimpinan KPK yang lain, Busyro Muqoddas, Haryono Umar dan yang lain semuanya bungkam saat dikonfirmasi soal temuan itu.
Sementara Nazaruddin yang dikonfirmasi melalui BlackBerry Messenger (BBM) terkait kebenaran kuitansi itu tidak memberikan jawaban. Pesan BBM yang dikirim hanya dia baca saja tanpa dibalas.
(nal/fay)











































