3 Tahun TKW Karsih Tak Ada Kabar, Keluarga Mengadu ke BNP2TKI

3 Tahun TKW Karsih Tak Ada Kabar, Keluarga Mengadu ke BNP2TKI

- detikNews
Senin, 04 Jul 2011 12:06 WIB
Jakarta - Orangtua Karsih binti Ocim, TKW asal Jawa Barat, mendatangi BNP2TKI di Jl MT Haryono. Mereka meminta bantuan agar putrinya bisa egera dipulangkan. Karsih bekerja di Jeddah, Arab Saudi dan tidak ada kabar sejak tahun 2008.

"Kami datang kesini untuk menanyakan dan meminta bantuan agar anak saya, Karsih, bebas dan bisa segera pulang," kata ibu Karsih, Acah, saat jumpa pers di kantor BNP2TKI, Jl MT Haryono, Jakarta, Senin (4/7/2011).

Acah yang datang ditemani anak dan adiknya ini langsung ditemui Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat. Dalam pertemuan itu, Acah menceritakan sudah tidak berkomunikasi dengan putrinya sejak tahun 2008. Terakhir, Karsih mengabarkan dirinya akan dihukum pancung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya memang mendapat surat dari KBRI Jeddah tahun 2008 kalau anak saya selamat dan tidak dihukum pancung. Namun tidak tahu kenapa sampai sekarang Karsih tidak ada kabar, saya khawatir," ujarnya sedih.

Jumhur mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kasus ini sejak 2008 lalu dan ia memahami bila keluarga semakin khawatir dengan adanya pemberitaan buruk mengenai para TKI.

Meski begitu, Jumhur berencana akan memastikan kondisi Karsih. "Kami pernah mendapatkan informasi yang sama tapi belum kami pastikan apakah ini orang yang sama atau tidak. Persis seperti ini kejadiannya. Tapi nanti kami cek datanya," terang Jumhur.

Karsih binti Ocim sendiri adalah TKW asal Dusun Pangaritan, Kecamatan Tempuran, Kebupaten Karawang, Jawa Barat. Ia berangkat dan bekerja di Jeddah sejak tahun 1999 dan belum pernah sekalipun pulang. Ibu Karsah juga menceritakan anaknya hanya mengirimkan uang selama 27 bulan, selebihnya nihil.

"Kami akan berusaha menghubungkan mereka. Namun ada keanehan karena kalau Karsih ini benar orang yang kita maksud, yang bersangkutan menolak berkomunikasi dengan keluarganya. Kami anggap ada masalah keluarga. Kami berharap Karsih sehat dan mau menghubungi keluarga," tutup Jumhur.

(nal/nal)


Berita Terkait