Penumpang Commuter Line Keluhkan Kurangnya Gerbong Khusus Wanita

Penumpang Commuter Line Keluhkan Kurangnya Gerbong Khusus Wanita

- detikNews
Senin, 04 Jul 2011 08:40 WIB
Penumpang Commuter Line Keluhkan Kurangnya Gerbong Khusus Wanita
Jakarta - Sejak diluncurkannya kereta Commuter Line tanggal 2 Juli lalu, beberapa penumpang mulai mengeluhkan kereta pengganti KRL ekspres ini. Salah satunya adalah kurangnya gerbong khusus wanita.

"Gerbong khusus wanitanya kurang. Masa hanya ada dua gerbong. Penumpang wanita, kan, banyak," keluh Leni, seorang pegawai bank swasta di Jl Sudirman kepada detikcom, Senin (4/7/2011).

Seperti diketahui, kereta commuter line ini hanya menyediakan dua gerbong khusus penumpang kaum hawa. Di gerbong ujung depan dan ujung belakang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di setiap gerbong khusus wanitanya, ada satu petugas yang ditugaskan untuk mensterilkan gerbong dari penumpang pria. Mereka juga yang akan memeriksa karcis penumpang. Namun bila kondisi gerbong penuh dan sesak, petugas hanya akan berjaga di dekat pintu gerbong.

Pantauan detikcom, setiap gerbongnya terisi sekitar 80 penumpang dan tidak semua mendapatkan tempat duduk. Beberapa diantaranya berinisiatif membawa tempat duduk lipat bila tidak kebagian kursi.

Tak ada yang istimewa dalam gerbong khusus wanita, hanya tempat duduk dan beberapa stiker berwarna pink. Menurut Leni, biasanya kereta commuter line menuju arah stasiun Jakarta Kota lebih penuh dan sesak. Namun ia menduga karena minggu ini masih libur sekolah maka kereta tidak terlalu penuh.

Sekedar imbauan bagi para calon penumpang, kereta commuter line ini hanya berhenti 20 detik di setiap stasiun. Oleh karenanya, para penumpang diharap segera bersiap menuju pintu gerbong bila tidak mau tertinggal seperti yang dialami salah satu penumpang bernama Okti ini.

"Saya harusnya turun di stasiun Tebet tapi pintunya cepat sekali tertutup. Jadinya ikut sampai stasiun berikutnya padahal harus masuk pagi," ujar Okti sedih.

Namun, berbeda dengan kereta commuter line arah sebaliknya tujuan Depok. Kereta commuter line ini bisa dibilang sepi penumpang. Masih banyaknya kursi kosong serta suasana yang nyaman membuat beberapa ibu asyik berjualan kosmetik dan tempat makanan bermerk.

"Soalnya pagi, sih, sedikit yang mau ke depok. Kita sih nyaman kalau sepi begini," ujar salah satu ibu sambil menawarkan dagangan kosmetiknya melalui sebuah katalog.


(feb/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini