Staf KBRI Tunis M Yazid menuturkan, kesebelas TKW tersebut sudah cukup lama berada di Tunisia. Sepuluh orang dari mereka dievakuasi tanggal 12 Juni 2011, dan satu orang lainnya pada tanggal 19 Juni.
"Keterlambatan ini disebabkan susahnya mendapatkan tempat untuk penerbangan ke Indonesia," kata Yazid dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (4/7/2011).
Yazid mengatakan, pemulangan TKW ini diiringi dengan isak tangis. Salah seorang TKW, Anisa mengungkapkan, hal pertama yang dirasakannya setelah masuk ke Tunisia adalah kelegaan telah lepas dari marabahaya di Libya.
"Alhamdulillah, saat itu, suka-duka saya di Libya telah berakhir," kata Anisa seperti diceritakan Yazid.
Sementara Dubes RI Muhammad Ibnu Said mengatakan, meskipun keberadaan TKI di Tunisia dan di Libya menyalahi aturan hukum, namun pemerintah tidak akan mengabaikan mereka. Dengan segala upaya, mereka dapat dievakuasi dari Libya, dan setelah menanti beberapa waktu, akhirnya dapat kembali ke tanah air.
Menurut peraturan pemerintah Tunisia, semua WNI yang dievakuasi dari Libya harus diberangkatkan setelah enam hari berada di Tunisia. Namun, pemerintah Tunisia memahami kesulitan KBRI Tunis dalam mengupayakan tiket yang cepat bagi para TKW, sehingga dicapai kesepakatan khusus menyangkut keberadaan mereka di Tunisia.
Dubes juga meminta agar para TKW dan semua pihak yang mengetahui keberadaan WNI di Libya agar dapat menghubungi KBRI Tunis atau Direktorat Perlindungan WNI di Kemlu RI. Hal itu supaya dapat segera diambil tindakan untuk mengevakuasinya.
Ibnu sendiri bersama jajaran staf KBRI Tunis selalu siap sedia dan mencurahkan perhatian kepada upaya evakuasi WNI dari Libya ini. "Seandaianya saya bisa bawa truk ke Libya, akan saya lakukan untuk mengambil semua WNI di sana," katanya.
Saat ini, sudah ada 615 WNI yang diberangkatkan ke Indonesia dari 619 WNI yang dievakuasi oleh KBRI Tunis dari Libya. 2 Orang TKW masih diurus tiketnya dan ditampung di kediamaan Dubes RI di Tunis. Sementara 2 lainnya adalah dua staf eks KBRI Tripoli yg diperbantukan di KBRI Tunis untuk misi evakuasi.
(irw/did)











































