PD: Nyanyian Nazaruddin di BBM, Bohong-Bohong Melulu

PD: Nyanyian Nazaruddin di BBM, Bohong-Bohong Melulu

- detikNews
Minggu, 03 Jul 2011 21:57 WIB
PD: Nyanyian Nazaruddin di BBM, Bohong-Bohong Melulu
Jakarta - Nyanyian bersambung mantan Bendahara Demokrat Muhammad Nazaruddin lewat BBM dikecam Partai Demokrat. Seluruh nyanyian Nazaruddin di BBM tersebut disebut "bohong-bohong melulu alis BBM.

"Nyanyian Nazaruddin itu hanya BBM alias Bohong Bohong Melulu. Itu hanya sensasi pengalihan isu agar dari status tersangka bisa jadi pahlawan," kata Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika kepada detikcom melalui telepon, Minggu (3/7/2011).

Menurut Pasek, tudingan terbaru Nazarudin yang mengkaitkan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum makin melengkapi kebohongan tersebut. "Jangankan yang dari BBM, omongan Nazaruddin secara langsung saja banyak bohongnya," kata Pasek, mantan anggota Komisi X DPR yang sempat ikut membahas anggaran SEA Games tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasek menjelaskan rangkaian kebohongan Nazaruddin itu terlihat dari pernyataannya yang berubah-ubah.

"Awalnya, ia mengaku tidak kenal Rosa tapi ternyata koleganya. Tidak kenal Sekjen MK Djenedri ternyata malah kasih uang. Bilang mau bongkar borok MK, malah kabur dan lainnya," kata Pasek.

"Lihat saja tudingan di BBM soal uang Rp 9 miliar yang dulu untuk Pimpinan Banggar sekarang dibagi-bagi juga untuk Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Dari Rp 8 miliar untuk Anas terus diralatnya sendiri menjadi Rp 7 miliar terus sekarang menjadi Rp 2 miliar. Enteng sekali Nazaruddin menuding. Semua makin tidak bisa dipercaya," kata Pasek menambahkan.

Kemudian terkait pembahasan Wisma Atlet di Palembang dan proyek Ambalang, menurur Pasek, bukan pertemuan antara Fraksi Demokrat dengan Sesmenpora saja melainkan melibatkan pertemuan dengan seluruh fraksi Komisi X di DPR RI.

"Pembahasannya oleh semua fraksi dan disetujui oleh semua fraksi. Semua dilakukan dalam pleno Komisi X. Jadi tak masuk akal antara Fraksi PD saja. Semakin kelihatan kebohongan Nazaruddin," sindir Pasek mantan anggota Komisi X DPR RI ini.

Seharusnya, kata Pasek, Nazaruddin harus gentleman membuktikan dirinya tidak bersalah dengan menuangkannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di penyidik KPK bukan dengan bernyanyi di BBM.

"Demokrat sangat berharap Nazaruddin segera bernyanyi di dokumen resmi penyidikan. Akan afdhol juga kalau pengacaranya menjadi penasihat hukum saat BAP daripada penasihat hukum di BBM," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

(gds/irw)


Berita Terkait