"Yang nyogok dan disogok masuk neraka," kata Hamzah usai mengikuti acara pembukaan muktamar di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/7/2011).
Menurut mantan wakil presiden era Megawati Soekarnoputri ini, politik uang dalam muktamar tidak boleh ada. Meski di era pragmatis sekarang ini, di mana para pemilih akan lari pada pemberi besar, hal itu akan merusak partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini partai Islam, kalau memberi tanda terimakasih setelah selesai lain lagi. Kalau itu terjadi, hidayah atau berjah dari Allah kurang," tegasnya.
"Jaman saya dulu boleh dikatakan sangat kecil atau bahkan tidak ada. Saya jadi wapres juga tidak ada uang. Sekarang jangankan itu, ketua RW saja pakai duit. Lurah saja pakai duit," paparnya.
(mad/irw)











































