Dalam aksinya, mereka menyanyikan lagu sindiran pada SBY, dengan mengubah lirik lagu Pelangi-pelangi yang dinyanyikan secara masal oleh para demontran. "SBY... SBY di mana malumu. Bikin susah rakyat itu lah hobimu. Budaya korupsi tidak henti-henti. SBY-SBY tak tahu diri," begitu bunyi lirik lagu yang dilantunkan bersamaan oleh para demonstran.Β
Dua piala yang dibawa tingginya sekitar 30 cm berwarna emas itu masing-masing bertuliskan 'SBY Juara I Penindas Rakyat' dan 'Boediono Juara II Penindas Rakyat'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Ketua KAMMI Irfan Ahmad Fauzi, aksi ini dilakukan bukan untuk menggagalkan penyelenggaraan muktamar PPP. "Kedatangan KAMMI hanya ingin menyampaikan pada SBY soal permasalahan bangsa yang belum diselesaikan.
Mereka pun mengeluarkan 4 tuntutan yang selama ini dinilai belum bisa dipenuhi oleh SBY-Boediono. Pertama, jaminan pekerjaan dan perlindungan tenaga kerja dalam dan luar negeri. Kedua, pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih terutama yang berkaitan dengan pejabat. Ketiga, perbaikan sistem pendidikan dan penghapusan UN sebagai standar kelulusan. Keempat, hentikan kekerasan terhadap petani dan perampasan tanah.
Para demonstran ini kebanyakan menggunakan jaket organisasi dan juga membawa sejumlah bendera organisasi. Sekitar 50-an polisi terlihat berjaga mengamankan aksi ini. Meski aksi ini dilakukan di Jalan Ganesha namun kendaraan masih bisa melintas. Arus lalu lintas pun masih terbilang lancar.
SBY akan membuka Muktamar PPP pada pukul 14.00 WIB.
(tya/vit)











































