Prosesi labuhan dimulai dari rumah juru kunci Merapi, Asihono dari Dusun Plosokerep Desa Umbulharjo Cangkringan pada pukul 06.00 WIB. Asih memimpin prosesi labuhan untuk pertama kalinya setelah resmi diangkat sebagai abdi dalem kraton ngayogyakarto hadiningrat sebagai juru kunci merapi yang baru menggantikan ayahnya almarhum Mbah Maridjan.
Dari plosokerep, rombongan abdi dalem juru kunci menggunakan tiga buah mobil menuju simpang tiga ngrangkah. Di tempat itu merupakan awal mulai prosesi labuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai berdoa, rombongan melanjutkan menuju tempat labuhan di sekitar hutan Bedhengan. Kawasan tersebut berjarak sekitar 1,5 km dari bekas rumah Mbah Maridjan. Hutan Bedhengan berada di bawah pos dua atau pintu gerbang Srimanganti yang merupakan pintu gerbang Merapi. Kawasan Kinahrejo dan sekitarnya masih dipenuhi pasir sisa erupsi 2010.
Saat prosesi berjalan ribuan orang mengikuti dari belakang rombongan abdi dalem. Jalan setapak yang sempit mengakibatkan peserta berjalan pelan-pelan.
Di tempat itu juru kunci Merapi Asihono memimpin langsung prosesi labuhan. Beberapa barang atau uba rampe labuhan yang dilarung diantaranya seperangkat pakaian sultan, bunga setaman dan sebagainya.
Saat prosesi labuhan, cuaca cerah sehingga badan gunung Merapi tampak kelihatan utuh. Prosesi labuhan selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Selain ada beberapa peserta yang pingsan akibat kecapaian saat menaiki lereng merapi.
(bgs/lia)











































