Gunung Soputan Siaga, Warga Belum Perlu Mengungsi

Gunung Soputan Siaga, Warga Belum Perlu Mengungsi

- detikNews
Minggu, 03 Jul 2011 10:59 WIB
Gunung Soputan Siaga, Warga Belum Perlu Mengungsi
Jakarta - Gunung Soputan yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara telah dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga. Status baru ini disematkan menyusul aktivitas gunung yang meningkat. Meski demikian, warga sekitar belum perlu mengungsi.

"Kemarin 2 Juli pukul 23.00 Wita, status dinaikkan dari waspada ke siaga. Kemudian pada pukul 00.24 Wita, Gunung Soputan tampak ada letusan namun tidak besar," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/7/2011).

Menurut dia, pukul 06.03 Wita terjadi letusan yang cukup besar dengan ketinggian letusan mencapai sekitar 6.000 meter. Akibat letusan, terdapat pula awan panas ke arah Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun warga belum perlu diungsikan karena cukup jauh dan berada di tempat aman dari titik letusan," sambung Surono.

Dia menjelaskan, pada 29 Juni Gunung Soputan terekam 354 kali mengalami guguran kubah lava. Pada 2 Juli aktivitas gempa guguran kubah lava menurun, yakni hanya 276 kali. Namun gempa vulkanik dalamnya naik hingga 70 kali.

"Sampai pukul 18.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita kemarin getaran tremor muncul," ucapnya.

Surono berharap pemda setempat ke depannya tidak membiarkan warga sekitar bermigrasi mendekati puncak. Kini, pemukiman warga yang berjarak 8 km dari puncak diperkirakan masih aman. Sebab jarak bahayanya masih sekitar 6,5 km.

"Rekomendasi kita, di sekitar gunung kan ada camping ground, kami tidak mengizinkan untuk beraktivits di sana. Sebab jaraknya kurang dari 6 km dari puncak. Takut ada guguran kubah yang diikuti awan panas. Di luar 6,5 km tidak perlu aktivitas pengungsian," terang Surono.

Gunung Soputan ini sebelumnya pernah meletus pada 2008. Kala itu letusannya tidak sebesar sekarang, hanya saja luncuran awan panasnya cukup jauh.

"Sekarang kemungkinan hujan abu pasti ada. Karena itu warga pakai masker saja," imbau Surono.

(vit/lia)


Berita Terkait