Alasannya, persoalan ini sudah menjadi masalah yang cukup berat. Karena kedua negara sudah saling tersinggung akibat kebijakan masing-masing menyangkut TKI.
"Persoalan TKI sudah menyangkut martabat dan hargadiri kedua negara. Indonesia merasa dilecehkan sementara Arab Saudi juga tersinggung dengan reaksi negatif Indonesia," ujar Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menyelesaikan masalah ini, menurut Mahfudz, diperlukan diplomasi yang lebih besar. Yakni diplomasi sekelas pemimpin kedua negara, untuk membahas detil penyelesaian permasalahan TKI di Arab Saudi.
"Karena menyangkut TKI dalam jumlah besar, kendala aturan dan kasus-kasus hukum berat, maka diplomasi harus sudah tingkat tinggi, yaitu antara Presiden RI dan Raja Saudi," terangnya.
Hanya dengan Satgas yang dibentuk Presiden SBY, menurut Mahfudz tidak cukup. Kerja Satgas akan sulit menembus batas kebijakan negara.
"Saya pesimis satgas bisa atasi hal ini," tandasnya.
(van/gah)










































