Kunjungan Wapres ke Morowali Jadi Ajang Curhat Pejabat Daerah

Kunjungan Wapres ke Morowali Jadi Ajang Curhat Pejabat Daerah

- detikNews
Sabtu, 02 Jul 2011 17:27 WIB
Jakarta - Kunjungan Wakil Presiden Boediono ke Pesantren Al Khairaat, Desa Bungku Barat, Kecamatan Wosu, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, digunakan sebagai ajang curhat pejabat daerah setempat. Baik Bupati atau Gubernur bicara soal kekurangan infrastruktur daerah yang menjadi kendala selama ini.

"Lintas timur Sulawesi memiliki panjang 305 Kilometer dan hampir 50 persen jalan negara yang menghubungkan Morowali ke Poso, Palu, dalam kondisi rusak," kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.

Pernyataan tersebut disampaikan Longki dalam sambutannya di Pesantren Al Khairaat, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (2/7). Dalam kunjungan tersebut turut pula Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua Yayasan Al Khairaat, Fadel Muhammad, Ketua Utama Al Khairaat Said Shegaf Al Jufri, Ketua Umum Al Khairaat Ali Muhammad Al Jufri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat ini Morowali termasuk kepada wilayah penghasil beras terbesar di Sulawesi. Beras hasil panen petani biasa disuplai ke berbagai penjuru Sulawesi melalui jalur darat.

"Dengan demikian artinya masih jauh dari harapan para petani," imbuhnya.

Tidak jauh berbeda dengan Sang Gubernur, Bupati Morowali Anwar Hafid di hadapan Wapres menyampaikan keluhan terkait pembangunan infrastruktur jalan poros Palu-Kendari yang melintasi Morowali dalam kondisi rusak berat.

"Ini berdampak pada tingginya nilai kebutuhan dasar masyarakat dan rendahnya harga jual komoditas yang dimiliki warga Morowali," kata Anwar.

Selain mengeluhkan infrastruktur jalan, Anwar juga mengeluhkan jaringan komunikasi yang dijanjikan oleh PT Telkom. "PT Telkom belum merealisasikan nota kesepahaman pemasangan jaringan sebanyak 500 sambungan. Kode telepon saat ini masih meminjam kode area Makasar," ujarnya.

Hafid melanjutkan, kondisi jaringan listrik di Morowali saat ini belum menyentuh seluruh kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Morowali. "2 Kecamatan belum memiliki jaringan listrik, 7 kecamatan belum dapat menyala selama 24 jam," jelas Anwar.

Sementara itu, Wapres Boediono dalam sambutannya mengatakan pemerintah pusat akan mencatat segala kendala yang dirasakan pemerintah setempat.

"Kami akan mencatat dan membicarakan dengan para menteri terkait. Terima kasih kesabarannya untuk menunggu dari pemerintah," kata Boediono mengawali sambutannya dan disambut tawa tamu undangan.

(ade/gah)


Berita Terkait