KPK Dinilai Kesulitan Hadapi Koruptor yang Kabur ke Luar Negeri

KPK Dinilai Kesulitan Hadapi Koruptor yang Kabur ke Luar Negeri

- detikNews
Sabtu, 02 Jul 2011 10:13 WIB
Jakarta - Aksi KPK dalam memburu koruptor di dalam negeri sudah mengundang decak kagum banyak pihak. Namun kasus Nunun Nurbaetie dan M Nazaruddin membuka kelemahan KPK.

"KPK tidak disiapkan untuk persoalan yang berhubungan dengan luar negeri," kata guru besar hukum Unpad, Romli Atmasasmita kepada detikcom, Sabtu (2/7/2011).

KPK dianggap kurang ahli dalam bekerja sama dengan negara lain dalam urusan penegakan hukum. Bahkan KPK dinilai sedikit kelimpungan bagaimana menghadapi tersangka yang ada di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang expert di KPK untuk kerja sama dengan negara lain," jelas Romli.

Menurut pakar hukum internasional ini, tidak ada pakar di KPK yang bisa menjelaskan mengenai modus yang sering dipakai oleh tersangka dengan lari ke luar negeri. KPK juga dipandang tidak terlalu memahami hukum yang berlaku di negara-negara ASEAN.

"Mereka (KPK) juga kayaknya nggak pernah minta saran," lanjutnya.

Romli mengakui, jika urusan penegakan hukum di dalam negeri, KPK memang jago. Namun saat menghadapi koruptor yang lari ke luar negeri, KPK seperti kehilangan kehebatannya.

"Saya pesimistis kalau seperti ini cara KPK," tandasnya.

Seperti yang diketahui, ada tiga buronan KPK yang hingga saat ini belum juga bisa didapat. Yang pertama adalah Anggoro Widjojo, lalu ada Nunun Nurbaetie dan terakhir adalah M Nazaruddin.

(mok/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads