"(Diputuskan) Sebelum DPR reses 15 Juli," kata Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat usai memberi materi di pelatihan petugas panitia haji non kloter 2011, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (1/7/2011).
Pembicaraan yang berkembang selama ini, pemerintah mengusulkan BPIH naik seiring dengan kenaikan komponen pemondokan dan penerbangan, sedang DPR tidak sepakat. Pada awal Juni lalu, dalam rapat dengan DPR, Menteri Agama usul BPIH rata-rata US$ 3.847, dari sebelumnya US$ 3.342.
Jamaah haji yang berangkat tahun ini adalah mereka yang telah masuk daftar tunggu sejak beberapa tahun lalu, yang telah setor Rp 25 juta. Bila BPIH disepakati, jamaah tinggal melunasi kekurangannya.
Bahrul menuturkan, besaran BPIH belum konkret mengingat harga avtur yang merupakan komponen terbesar dari harga penerbangan sulit ditebak.
"Jadi kita tidak bisa mengatakan harganya biar murah, tapi avturnya naik. Tahun lalu kan harga penerbangan itu 1.700 dolar sekian, rata-rata. Kalau perhitungan kita, avtur itu naik dari tahun lalu," kata Bahrul.
Meski demikian, pemerintah akan berusaha menekan ongkos lewat berbagai cara. Misalnya menekan harga tiket pesawat terbang. Saat ini, kata Bahrul, ada 3 perusahaan penerbangan yang telah memberi penawaran yaitu Garuda Indonesia, Batavia Air dan Saudi Arabian Airlines.
"Kita akan lakukan pembahasan termasuk dengan DPR, terkait perusahaan mana yang memberikan pelayanan yang lebih baik dan harga yang efisien," katanya.
(nrl/mok)











































