Marzuki: PD Solid Hadapi Tsunami Politik

Marzuki: PD Solid Hadapi Tsunami Politik

- detikNews
Jumat, 01 Jul 2011 15:45 WIB
Jakarta - Sejumlah kader Partai Demokrat terseret berbagai persoalan hukum. Persoalan ini membuat kader muda PD mewacanakan Kongres Luar Biasa (KLB). Namun, menurut Wakil Ketua Dewan Pembina PD, Marzuki Alie, Partai Demokrat tetap solid sehingga wacana KLB dinilai masih terlalu pagi.

"Internal Partai Demokrat solid dalam menghadapi tsunami politik ini. Demokrat itu ribuan kadernya dan tak semua pencuri. Semua partai dan lembaga pun begitu. Tidak semua orangnya bersih, pasti ada yang tidak baik. Dan sepanjang negara ini ada, apapun partai yang berkuasa pasti akan ada persoalan," ujar Marzuki.

Hal tersebut dia sampaikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karenanya, wacana KLB itu hanya isapan jempol semata. Ia pun meminta agar mereka yang berada di luar kepengurusan Partai Demokrat untuk tidak berkomentar soal partai berlambang bintang mercy itu.

"Itu urusan internal partai. Tak satu pun orang eksternal bisa mencampuri urusan partai. Jangan sekali-kali orang eksternal bicara KLB. Itu cara-cara orde baru dan orde lama untuk mengadu domba," katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi PD, Jafar Hafsah. Meski ada dugaan pelanggaran pidana oleh pengurus PD, namun menurut Jafar AD/ART PD tak ada yang dilanggar.

Meski demikian Jafar enggan berspekulasi jika ada penunggangan di balik wacana KLB ini. "Itu hanya karena mereka terlalu kreatif," katanya.

Sebelumnya, sejumlah orang yang menamai dirinya Kaum muda Partai Demokrat (PD), mendorong segera diselenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB). Hal ini untuk memutus tali sengketa yang membelit PD dalam berbagai kasus belakangan.

"Bagi kami, KLB adalah solusi yang paling tepat dan elegan untuk menyelamatkan citra partai," kata Direktur Eksekutif Komunitas Anak Muda Demokrat Sejati (KAUM Demokrat Sejati), Herbert Sitorus dalam konfrensi pers di Resto Sate Senayan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, (28/6/2011).

(adi/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads