"Sumartini ini memiliki dua anak di Sumbawa, dia pergi ke Arab Saudi untuk mencari uang demi biaya anak-anaknya yang masih usia sekolah," kata Wakil Bupati Sumbawa Arasy Muhkan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (1/7/2011).
Muhkan berharap pemerintah bisa memberi perhatian untuk Sumartini. Menurut Muhkan, saat ini keluarga di Sumbawa sangat cemas dengan nasib Sumartini. Apalagi kedua anak Sumartini masih kecil.
"Semoga bisa selamat satu anak bangsa ini, jangan sampai dihukum pancung di Arab Saudi," kata Muhkan.
Muhkan mengatakan, vonis mati yang diterima Sumartini terasa sungguh tidak adil. Bagaimana tidak, korban yang konon disihir Sumartini hingga hilang ternyata masih hidup dan baik-baik saya.
"Ternyata korban itu hanya hilang selama 10 hari dan sekarang sudah kembali ke keluarganya. Itu kan aneh," kata Muhkan. Muhkan juga yakin Sumartini tidak memiliki sihir seperti yang dituduhkan.
"Di Sumbawa ini kita nggak pakai sihir-sihir itu apa sih," kata Muhkan yang mengaku tidak habis pikir dengan dakwaan pengadilan di Arab Saudi itu. Muhkan berharap, putusan banding nantinya akan membebaskan Sumartini.
Harapan agar Sumartini bebas juga datang dari anggota DPR Eva Sundari. Politisi PDIP itu berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa bergerak cepat untuk membebaskan Sumartini.
"Ini harus didorong supaya SBY bisa membebaskan Sumartini dan Warnah," katanya.
Sumartini dan Warnah divonis hukuman mati oleh pengadilan di Arab Saudi. Sempat beredar kabar keduanya akan dieksekusi pada 3 Juli nanti. Namun hal itu dibantah karena kasus masih dalam proses banding dan juga menunggu pengampunan dari Pemerintah Arab Saudi.
(ken/vit)











































