Dalam sambutan pembukaannya, Presiden SBY meminta agar Satgas TKI bekerja cepat.
"Setelah pertemuan hari ini, Koordinator Politik hukum untuk melanjutkan langkah lanjutan tidak waktu lama Satgas ini bekerja efektif waktu sangat penting pelaksanaaan hukuman mati Ruyati, Saudara Darsem, agar gerak cepat segera action diberitahu setelah terbebas dari hukuman mati bisa meninggalkan Arab Saudi, meninggalkan segera setelah memenuhi syaratan," kata Presiden di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satgas ini terdiri dari banyak tokoh yang memahami budaya, seperti Pak Mahtuh Basyuni, mantan Menag dan yang lain-lain yang punya kekuatan. Pendekatan kita bukan hanya dari segi hukum, apapun bisa kita tempuh," papar SBY.
Hadir dalam rapat ini Menlu Marty Natalegawa, Menkum HAM Patrialis Akbar, Menko Polhukam Djoko Suyanto, beberapa anggota Satgas TKI seperti mantan Kapolri Jenderal Pur Bambang Hendarso Danuri, dan mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni.
"Tokoh-tokoh penting saya mohon untuk memperkuat Satgas untuk menjalankan tugasnya dengan baik," kata SBY.
(anw/nwk)











































