"Saya malah kaget (jadi Kabareskrim). Karena itu amanah yang sangat berat, tentu kita mohon dukungan dari masyarakat. Itu memang sangat berat, di samping itu adalah anugerah itu adalah cobaan mampukah saya menjalankan amanah ini dengan baik," kata Sutarman.
Hal ini disampaikan Sutarman usai menghadiri peringatan HUT ke-65 Bhayangkara di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir dari tugas pokok Polri menciptakan rasa aman, ketenteraman dan kepastian hukum. Artinya kalau orang berbuat salah pasti dihukum. Kalau orang berbuat pelanggaran pasti dihukum," kata Sutarman.
Dikatakan dia, dari kepastian hukum yang tegas dan tidak pandang bulu maka diharapkan kondisi kepastian hukum ini dapat dimanfaaatkan oleh seluruh kepentingan masyarakat sehingga masyarakat dengan mudah beraktivitas tidak terganggu oleh siapa pun.
"Akhirnya orang akan menginvestasikan uangnya barang-barang. Di situlah akan tercipta lapangan pekerjaan," kata dia.
Di HUT Bhayangkara ini, Sutarman juga berharap anggota Polri harus mengubah mindset sebagai pelayan masyarakat yang baik mulai dari tingkat pelayaan menerima laporan sampai dengan ke penegakan hukum.
"Pelayanan yang baik itu yang tidak membebani masyarakat, yang tidak membentak masyarakat, pelayaan dengan lemah lembut, senyum sehingga kita mampu memberikan apa yang menjadi kemauan masyarakat di situlah akan terjadi interaksi dan tumbuhlah kepercayaan masyarakat kepada Polri," kata Sutarman.
(aan/vit)










































