33 Imigran Gelap Diamankan di Samarinda

33 Imigran Gelap Diamankan di Samarinda

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 23:06 WIB
Samarinda - Puluhan imigran tidak berdokumen resmi asal Iran, Afghanistan dan Pakistan, diamankan di Karantina Imigrasi Samarinda, Kamis (30/6/2011) malam. Mereka ditemukan di perairan Selat Makassar, 28 Mei 2011 lalu.

Pengamatan detikcom, puluhan imigran yang berjumlah 32 orang itu tiba dengan menggunakan KM Selvy Utami bermuatan hewan sapi, bersandar di Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 19.30 WITA. Para imigran itu berada di dek belakang, untuk memisahkan mereka dengan Anak Buah Kapal (ABK).

Setelah bersandar di Pelabuhan Samarinda, puluhan petugas gabungan Polsek Kawasan Pelabuhan, Administrasi Pelabuhan (Syahbandar), petugas kesehatan pelabuhan serta Kantor Imigrasi Samarinda, melakukan pendataan sekaligus meminta keterangan di atas kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut informasi, puluhan imigran itu mengapung di lautan lepas Selat Makassar selama 8 hari setelah kapal nelayan yang mereka tumpangi pecah dan akhirnya karam. KM Selvy Utami bermuatan sapi yang melintas setelah berangkat hari Sabtu (25/6) dari Apufu di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan para imigran tersebut 3 hari kemudian.

"Kita temukan hari Selasa (28/6/2011) siang dengan kondisi perahu mereka bocor dan hampir karam di Selat Makassar," kata seorang ABK Selvy Utami Yanto, kepada wartawan di Pelabuhan Samarinda, Jl Yos Sudarso, Kamis (30/6/2011) malam.

Usai melakukan pendataan dan meminta keterangan para imigran, Kepala Seksi Penyelamatan Kantor Syahbandar Samarinda Rustam Marosang kepada wartawan mengatakan, para imigran tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA dengan posisi titik koordinat 05 derajat 38' 74" Selatan 119 derajat 05' 02" Echo selat Makassar.

Menurut Rustam, mereka terdiri dari 8 orang warga negara Iran, 17 orang warga negara Afghanistan serta 8 orang berkewarganegaraan Pakistan.

"Mereka awalnya diselamatkan kapal nelayan lain karena imigran itu mengapung-apung di sebelah barat Pulau Tanah Keke Selat Makassar. Kemudian dari kapal nelayan, membawanya ke KM Selvy Utami dibantu ABK," kata Rustam di Pelabuhan Samarinda.

"Sayangnya, nelayan yang menyerahkan ke ABK KM Selvy Utami, tidak sempat dimintai keterangannya oleh ABK karena ketinggian gelombang saat diangkat ke kapal, mencapai lebih dari 2 meter," imbuhnya.

"Dari 33 orang, 6 orang diantaranya sakit. Tapi sakitnya tidak membahayakan dan bisa berobat jalan," ujar Rustam.

Setelah berhasil mengakut seluruh imigran ke atas kapal, kapal kemudian melanjutkan perjalanannya ke Samarinda, Kalimantan Timur, sesuai dengan perintah perintah kantor kapal yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Berikut sebagian nama-nama imigran tersebut ;

Warga negara Iran ;
1. Hossen Imani
2. Iman Hassan Zade
3. Shahram Mirshekani
4. Millad Samiani
5. Ahmad Raazitalabi
6. Ehsan Asad Sangabi
7. Lila Roozitalab (Perempuan)
8. Dariush Ebadi (Anak-anak)

Warga negara Afghanistan ;
1. Habibalah Heydani
2. Abed Ali
3. Jamshid Mohammad Amin
4. Mostafa Mohammadi
5. Sakhi Hakimi
6. Mohammad Rahimzadeh
7. Majtagh
8. Ali Asghar
9. Mohammad Ali
10. Mohammad Reza
11. Mostafa

Dari Pakistan ;
1. Leig Hossen
2. Vajid Khan
3. Mohammad Khan
4. Maysam Abaas
5. Rahmat Zaman
6. Eghrar Hossein
7. Menhag Hossein
8. Nessar Hossein
9. Mohammad Ali

Usai dilakukan pendataan, seluruh imigran pergi meninggalkan pelabuhan menuju Karantina Imigrasi Samarinda dengan menggunakan bus carter bernomor polisi D 7623 AK. Bus berangkat dari pelabuhan Samarinda sekitar pukul 21.00 WITA dan tiba di Karantina Imigrasi sekitar pukul 21.30 WITA.
(mpr/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads