GONAS akan Terbitkan 'Dekrit Rakyat' Minta Presiden Mundur

GONAS akan Terbitkan 'Dekrit Rakyat' Minta Presiden Mundur

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 22:28 WIB
GONAS akan Terbitkan Dekrit Rakyat Minta Presiden Mundur
Jakarta - Sejumlah orang dari kelompok anti pemerintah, Gerakan Oposisi Nasional (Gonas) berencana mengeluarkan 'dekrit rakyat'. Isi dekrit tersebut meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meletakan jabatannya. Sebab, Presiden SBY dianggap tidak mampu meneruskan kepemimpinan nasional.

"Besok tepat tanggal 1 Juli, kita akan keluarkan Dekrit Rakyat yang meminta Presiden meletakan jabatannya. Presiden sudah tidak bisa lagi mengemban amanah konstitusi. Skandal dan kasus tidak pernah selesai terungkap, bahkan terus bertambah," kata Koordinator Gonas, Effendi Salman dalam mimbar bebas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl Cikini Raya, Kamis (30/6/2011) malam.

Pernyataan Effendi tersebut diutarakan di depan ratusan simpatisan Gonas dari kalangan buruh, pemuda dan mahasiswa. Menurut Effendi, massa aksi yang meminta SBY mundur mencapai ribuan. Dia menjamin, penerbitan dekrit rakyat yang disertai aksi massa ke depan Istana Negara akan berlangsung damai. Pemilihan tanggal 1 Juli bertepatan dengan dekrit presiden Soekarno 1 Juli 1959 lampau yang isinya antara lain membubarkan Dewan Konstituante.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada lebih dari 1600 yang sudah menyatakan siap dari kalangan buruh, mahasiswa dan pemuda. Kita akan melakuakn aksi damai meminta presiden mundur. Aparat keamanan tidak perlu khawatir, ini aksi tidak anarkis," imbuh Effendi Salman.

Mimbar bebas di TIM telah berjalan 4 bulan dan dilaksanakan tiap Selasa dan Jumat. Nantinya, usai menerbitkan dekrit rakyat, massa Gonas menyatakan akan melakukan mimbar bebas setiap hari selama satu pekan berturut-turut.

Ajakan untuk menggelar aksi ini juga ramai di Facebook. Hingga pukul 22.30 WIB, tercatat ada 1.000 orang yang memberikan simpati.


(Ari/mad)


Berita Terkait