Presiden Minta Masyarakat Cegah Radikalisme

Peringatan Isra Mi\'raj

Presiden Minta Masyarakat Cegah Radikalisme

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 22:13 WIB
Presiden Minta Masyarakat Cegah Radikalisme
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini menggelar acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Istana Negara. Dalam sambutannya, Presiden meminta masyarakat agar menghindari sikap radikalisme.

"Mari kembangkan cara pandang yang positif, pola hidup bermasyarakat yang toleran. Mari hindari radikalisme dan anarkisme. Budayakan sikap dan hidup yang penuh keikhlasan, kejujuran, peduli lingkungan, bertanggung jawab pada generasi yang akan datang," kata Presiden SBY dalam sambutannya, Kamis (30/6/2011) malam.

Presiden juga mengajak kaum muslimin untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi yang tinggi. Namun tidak meninggalkan wahyu sebagai pedoman dasar umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mari kita tingkatkan kesadaran pentingnya wahyu memandu ilmu," harap SBY.

Saat ini dan ke depan, lanjut SBY, umat Islam memiliki tugas sejarah untuk membangkitkan kembali peradaban Islam yang agung. Sebagai bangsa yang jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia, Indonesia harus memberi sumbangan bagi kemanusiaan dan peradaban.

"Pelopor pembangunan kedamiaan kesejahteraan dan keadilan, pelopor dalam daya saing dan penguasaan iptek. Kita dapat berada di garda terdepan jika mampu memiliki ilmu yang dilandasi keimanan dan ketakwaan," imbuh SBY.

SBY menambahkan, jika bangsa Indoensia hanya unggul bidang imtak tapi tertinggal iptek, akan selalu tergantung bangsa lain, terbelenggu dalam percaturan global, hari demi hari akan dapat masalah baru tanpa kemampuan memecahkannya.

"Sebaliknya kalau hanya unggul iptek tapi kering imtak, kita akan menjadi bangsa yang arogan, tersesat, dan tidak tentram. Barangkali kita hanya mengejar kesenangan duniawi, hedonistik, merusak alam semesta," tuntasnya.

Hadir dalam acara ini para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Mendiknas Muhammad Nuh. Hadir juga para wakil duta besar negara sahabat yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

(anw/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads