Hal itu dikarenakan Akbar kesal dengan sikap Andi Nurpati yang menurutnya telah berbohong dalam menyampaikan keterangan di hadapan Panja.
"Sudah tidak ada gunanya diteruskan. Semua orang sudah membantah pernyataan Andi, tapi dia terus saja berkelit. Saya pilih keluar saja karena ini sudah tidak ada gunanya," ujar Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah muak dengan keterangan soal tanggal dan lain-lain. Percuma karena dia terus berkelit, biarkan saja rakyat menilai. Kita serahkan saja pada proses hukum. Toh sekarang kasus ini sudah ditangani kepolisian," terang Akbar yang sesaat kemudian meninggalkan ruang rapat.
Menurut Akbar, Andi Nurpati saat ini dalam masalah besar karena semua kebohongan yang telah dia lakukan. Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat itu dinilai telah melakukan kecurangan selama penyelengaraan pemilu.
"Saya yakin tidak hanya di kasus ini saja, di Pilpres pun mungkin demikian. Makanya saya minta Panja tidak berhenti dalam kasus ini. Semua keterangan Matnur, Aryo, Nalom dibantah semua, sudah jelas siapa yang bohong," imbuh Akbar di luar ruang rapat.
(her/mad)










































