Kemenag: Kenaikan Biaya Ibadah Haji 2011 Tergantung Avtur

Kemenag: Kenaikan Biaya Ibadah Haji 2011 Tergantung Avtur

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 18:49 WIB
Kemenag: Kenaikan Biaya Ibadah Haji 2011 Tergantung Avtur
Jakarta - Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH) hingga kini masih dibahas Kementerian Agama (Kemenag). Ada atau tidaknya kenaikan sangat bergantung dengan harga bahan bakar pesawat atau avtur.

"Kesepakatan BPIH prosesnya terus berjalan tapi targetnya sebelum masa reses DPR. Kunci kemungkinan biaya turun ada di penerbangan, kita harapkan tidak jauh dari tahun lalu. Tapi tergantung avtur," kata Sekjen Kemenag Bahrul Hayat usai penyerahan ISO 9001:2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji, di Kemenag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2011).

Bahrul menambahkan dengan menggunakan rumus logika ekonomi, bila harga avtur naik maka BPIH juga akan ikut naik. Namun pihaknya akan mengkaji komponen lain yang bisa dikurangi sehingga BPIH bisa turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara soal kuota, Bahrul berharap akhir bulan ini sudah ada kepastiannya. "Mudah-mudahan akhir bulan ini, paling lambat sebelum bulan Ramadan. Juli ini mudah-mudahn bisa keluar," harapnya

Sebelumnya dalam sambutan, Menag Suryadharma Ali mengatakan ada beberapa hal yang dilakukan daam proses penyelenggaraan ibadah haji 2001. Hal itu antara lain penempatan jamaah haji di pemondokan Makkah sebanyak 100 persen dengan jarak terjauh 2.000 meter. Sedangkan penempatan jamaah haji Madinah ditargetkan sebesar 100 persen di wilayah Markaziyah.

"Untuk mempercepat penyiapan dokumen, perjalanan bagi jemaah haji, Kemenag telah menetapkan waktu mulai proses penerbitan paspor pada tanggal 1 Juni 2011 secara serentak di seluruh daerah yang biayanya dibebankan dari dana optimalisasi BPIH. Kualitas pelayanan katering dengan penyajian secara prasmanan dan cita rasa Indonesia," terang Suryadharma.

Begitu pula dengan kualitas pelayanan kesehatan. Kemenag, lanjut Suryadharma, telah membangun Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) tipe C untuk pelayanan kesehatan di makkah dan Madinah yang lebih representatif.

(feb/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini