"Mereka membawa senjata tajam dan pistol," kata Kapolda Jateng Irjen Edward Aritonang di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis, (30/6/2011).
Komplotan perampok berjumlah empat orang, yakni SA (44), warga Banjarnegara, JD (30), warga Bogor, SN (38), warga Bekasi, dan LV (33), warga Brebes. Mereka dibantu beberapa orang lainnya dan diketahui pernah beraksi di sejumlah toko emas Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Topi beratribut polisi ini, digunakan saat mereka bertemu polisi. Biar polisi mengira mereka juga anggota," katanya.
Edward menyatakan, komplotan tersebut dikenal cerdik. Mereka mempelajari kebiasaan korban atau lokasi terlebih dulu. Kemudian, mereka beraksi dengan memanfaatkan celah yang ada.
Berdasarkan pemeriksaan, pelaku merupakan residivis. Sebagian di antaranya masih buron atau dalam pengejaran. "Kasusnya sama, perampokan dengan kekerasan," ujar mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
Komplotan perampok ini ditampilkan ke hadapan wartawan. Satu diantaranya bertubuh tambun. "Jangan dilihat bentuknya. Yang itu (bertubuh tambun) sadis, bawa senpi," tukas Edward yang langsung disambut tawa sejumlah orang yang hadir dalam gelar perkara itu.
(try/fay)











































