"Saya tidak pernah surat dari MK. Yang terima itu sopir saya," ujar Andi sebelum acara rapat dengar pendapat dengan Panja Mafia Pemilu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2011).
Andi juga membantah mengenal staf Panitera MK Nalom Kurnia. Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat ini mengaku hanya mengenal juru panggil MK, Mashuri Hasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelumnya, dihadapan Panja Mafia Pemilu, Nalom mengaku memberikan surat dalam Map merah putih kepada Andi Nurpati. Nalom memberikan surat kepada Andi Nurpati pada tanggal 17 Agustus 2009 di studio JakTV sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat memberikan surat itu, Nalom bersama Masyhuri Hasan. Bahkan, Hasan lah yang memperkenalkan Nalom kepada kepada Andi Nurpati kala itu.
"Surat diberikan ke Andi. Andi terus membuka map-nya dan dia komentar, kalau tidak menang mengapa dikabulkan," ujar Nalom menirukan komentar Andi saat itu.
(her/irw)











































