Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Sumartini Dipancung

Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Sumartini Dipancung

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 14:36 WIB
Taufiq Kiemas: Jangan Sampai Sumartini Dipancung
Jakarta - Dua lagi tenaga kerja asal Indonesia yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi. Pemerintah diharapkan tidak lagi kecolongan. "Jangan sampai dipancung," kata Ketua MPR Taufig Kiemas.

Suami Megawati Soekarnoputri itu juga berharap agar pemerintah tidak berpikir panjang untuk mengeluarkan uang untuk membantu TKI. Karena selama ini, pemasukan yang dihasilkan dari para TKI sangat besar.

"Pemerintah keluarkan duit sedikit dong, pemasukan dari TKI kan banyak. Jangan sampai dipancung," kata pria yang akrab disapa TK ini kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2011).

Uang yang dimaksud Taufiq adalah uang untuk membayar diyat jika TKI tersebut telah mendapat pengampunan dan harus ditebus. Menurut TK, selama ini TKI sudah banyak menyumbang devisa dan nasibnya layak diperhatikan.

"Masalah kita bukan penempatan tapi perlundungan TKI," katanya. Karenanya ia berharap pemerintah menyelesaikan masalah ini secepatnya.

Tenaga kerja asal Indonesia, Sumartini dan Warnah terancam hukuman pancung karena dituduh menggunakan ilmu sihir untuk membunuh anak majikannya yang berumur 17 tahun di Arab Saudi. Kasus ini saat ini masih dalam proses banding. Pemerintah juga telah mengajukan permohonan pengampunan untuk kedua TKI tersebut.

(van/ken)


Berita Terkait