Satgas TKI Wajib Selamatkan Sumartini

Satgas TKI Wajib Selamatkan Sumartini

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2011 13:12 WIB
Jakarta - Satu lagi TKI di Arab Saudi terancam dihukum pancung. Partai Demokrat menilai kewajiban Satgas TKI bersama Kemenakertrans, BNP2TKI, dan Dubes di Arab Saudi menyelamatkan TKI bernama Sumartini tersebut.

"Tugas Satgas TKI bersama BNP2TKI, Dubes, dan Menakertrans, adalah menjamin keselamatan TKI. Jadi mereka harus menjamin keselamatan Sumartini jangan sampai dipancung," ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR dari FPD, Achsanul Qosasi.

Hal ini disampaikan Achsanul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Achsanul berharap lembaga-lembaga itu bekerja maksimal menyelamatkan TKI di Arab Saudi. Karena bagaimana pun juga ini ujian pertama bagi Satgas TKI sekaligus sebagai pertaruhan kinerja Menakertrans, Kepala BNP2TKI dan Dubes RI di Arab Saudi dalam melaksanakan tugasnya.

"Kalau sampai dipancung, ya, tiga lembaga ini harus dievaluasi. Karena menjadi kewajiban mereka untuk menjamin kesejahteraan dan keselamatan TKI," harapnya.

Apalagi dipancungnya TKI Ruyati telah merusak kepercayaan Presiden kepada pembantunya. Nama baik SBY pun ikut dipertaruhkan.

"Ini tanggungjawab BNP2TKI, Dubes, dan Menakertrans. Selama ini lembaga ini kurang memperhatikan nasib tenaga kerja. Tidak sepenuhnya berujung ini kepada SBY. Saya tidak sepakat kalau ini diarahkan kepada Presiden SBY," tandasnya.

Tenaga kerja asal Indonesia, Sumartini, terancam hukuman pancung karena dituduh menggunakan ilmu sihir untuk membunuh anak majikannya yang berumur 17 tahun di Arab Saudi. Direktur eksekutif Migrant Care

Anis Hidayah menyebut, kasus TKW bernama Sumartini binti Manaungi Galisung masih dalam proses banding.

Sedianya Sumartini akan dipancung tanggal 3 Juli 2011.

"Kami sudah melakukan kroscek, kasus Sumartini masih dalam proses banding," kata Anis kepada detikcom, Kamis (30/6/2011).

(van/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads