"Penumpang banyak yang mengeluh tarif mahal sementara waktu lebih panjang," kata seorang petugas tiket di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2011).
Ia mengatakan, tidak ada kenaikan maupun penurunan jumlah penumpang saat uji coba tahap dua commuter line dilaksanakan. "Penumpang biasanya ramai sore hari," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita nggak makan waktu lebih lama karena kita kan harus sampai di tempat tujuan lebih cepat. Kalau yang singgah-singgah gini kan tidak semua orang punya tujuan di tempat yang berhenti itu. Ini kan pengaruh juga ke jadwal kerja kita," protesnya.
Tami mengatakan, tidak ada penumpukan penumpang baik dari arah Kota menuju Bogor maupun sebaliknya dari pukul 09.30 WIB.
"Kalau penumpang di dalam kereta padat. Tetapi yang paling padat tetap KRL ekonomi," ujarnya.
Tami berharap jadwal commuter line lebih tepat. "Nggak ngaret lagi karena satu tujuan yang macet akan berpengaruh pada kereta lainnya," kata Tami.
Penumpang lainnya, Yoga, juga tetap setuju adanya KRL Ekspres. "Saya rasa berhenti di setiap stasiun tidak efektif. Jika berhenti di setiap stasiun harusnya ada jaminan kereta pelayanan lebih bagus. Saya harap commeter line ditambah," kata Yoga yang ingin menuju Bogor ini.
Uji coba ini merupakan uji coba yang kedua kalinya. Uji coba pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2011 lalu. Uji coba kali ini yang berlangsung sehari penuh akan dilanjutkan esok pagi.
Berikut tarif Commuter Line selengkapnya dari rilis VP Humas PT KAI Sugeng Priyono yang diterima detikcom, Minggu (26/6/2011).
Jakarta – Bogor Rp 7.000,-
Jakarta – Depok Rp 6.000,-
Jakarta – Bekasi Rp 6.500,-
Jakarta – Tangerang Rp 5.500,-
Jakarta – Sudimara/Serpong Rp 6.000,-
"Besaran tarif tersebut diberlakukan sejak dilaksanakannya uji coba Single Operation pada hari Kamis (30 Juni 2011) dan Jumat (1 Juli 2011)," tegas Sugeng.
(aan/fay)










































