"Sekarang kan kereta harus berhenti di setiap stasiun, jadi perjalanannya menjadi jauh lebih lama," kata Eko, salah seorang pelanggan kereta dari Bekasi kepada detikcom, Kamis (30/6/2011) pukul 09.15 WIB.
Eko mengatakan, sehari-hari dia menuju kantor menggunakan kereta Bekasi Ekspres. Kereta ini biasanya hanya berhenti di Stasiun Kranji dan Klender Baru. Waktu tempuh kereta Bekasi Ekspres dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Sudirman hanya sekitar 20 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko juga mengeluhkan keterlambatan kereta yang terjadi. Dalam jadwal kereta seharusnya berangkat pukul 06.11 WIB tapi baru jalan pukul 06.25 WIB. "Terlambat cukup lama juga," keluh dia.
Kereta yang berhenti di setiap stasiun juga membuat gerbong kereta sangat padat. Penumpang berebut naik ke dalam kereta sehingga membuat penumpang harus berdesakan.
Keluhan yang sama diungkapkan penumpang KRL lainnya, Ifan. Menurutnya PT KAI sama sekali tidak profesional. Kereta tujuan Tanah Abang yang ditumpanginya sangat padat. Kereta AC tersebut menjadi seperti kereta ekonomi.
"Penumpang penuh seperti naik KA ekonomi. Inilah kebijakan yang dibuat segelintir orang yang sehari-hari tidak pernah menggunakan jasa kereta," ucapnya.
Uji coba ini merupakan uji coba yang kedua kalinya. Uji coba pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2011 lalu. Uji coba kali ini yang berlangsung sehari penuh akan dilanjutkan esok pagi.
Sementara itu, Andi penumpang KRL Commuter Line Bogor-Jakarta meminta Pakuan Ekspres dioperasikan lagi. Hal ini disebabkan Commuter Line sangat padat dan waktu tempuhnya lebih lama. "Kembalikan Pakuan Ekspres," harapnya.
(nal/vit)











































