Bentrokan di jalanan yang diwarnai adu jotos, saling lempar batu, granat gas airmata, dan semprotan meriam air merebak di Athena, itu sebelumnya didahului oleh aksi mogok sebagai protes atas keputusan parlemen menyetujui pengetatan anggaran, penaikan pajak, dan privatisasi.
Dubes menilai bahwa aksi mogok dan demo tersebut belakangan ini sudah sering terjadi di Yunani dan tempatnya jauh dari arena pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Yunani dan panita penyelenggara juga menjamin bahwa aksi unjuk rasa tersebut tidak akan sampai dan mengganggu ke arena pertandingan," ujar Dubes melalui Sekretaris I Jani Sasanti kepada detikcom hari ini, Rabu (29/6/2011).
Dubes menekankan bahwa para atlet tunagrahita yang sedang berjuang menjunjung merah putih di arena olimpiade sejauh ini tetap terjaga.
Di samping itu Dubes juga selalu mengingatkan dan menghimbau agar kontingen Indonesia di waktu luang menjauhi konsentrasi kerumunan massa, tempat-tempat unjuk rasa, terutama di depan gedung parlemen Yunani atau di Taman Sintagma.
"Himbauan serupa berlaku untuk seluruh warga Indonesia di Yunani. Mereka diharapkan selalu berkomunikasi dan melakukan kontak dengan KBRI. Bagaimana pun ini kewajiban dan tanggung jawab Perwakilan RI demi menjaga keamanan dan keselamatan warga Indonesia," demikian Dubes.
Dubes, yang bersama Mensos RI ikut menyemangati para atlet putera-puteri tunagrahita bertanding, optimis bahwa kontingen Indonesia dengan kemampuannya masih mampu menambah perolehan medali.
"Lima dari tujuh cabang olahraga yang kita jagokan masih akan berlangsung beberapa hari mendatang. Peluang ini tidak akan disia-siakan oleh atlet-atlet kita," pungkas Dubes.
(es/es)











































