Jadi KSAD, Nasib Baik Jatuh ke Pramono

Jadi KSAD, Nasib Baik Jatuh ke Pramono

- detikNews
Rabu, 29 Jun 2011 17:12 WIB
Jadi KSAD, Nasib Baik Jatuh ke Pramono
Jakarta - Pengangkatan Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo sebagai KSAD diwarnai dugaan nepotisme karena hubungannya sebagai adik ipar SBY. Tapi di sisi lain, Pramono juga dinilai memang bernasib baik karena TNI butuh regenerasi dari angkatan 1980.

"Kita sebut saja, nasib baik jatuh ke Pramono," ujar pengamat TNI Aris Santoso kepada detikcom, Rabu (29/6/2011).

Penunjukkan Letjen Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf TNI AD dianggap bagus untuk regenerasi kepemimpinan perwira tinggi TNI AD. Saat ini dianggap tepat untuk alumni Akademi Militer tahun 1980 untuk naik ke puncak posisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira ada bagusnya juga. Ini bagus untuk regenerasi. Kita tahu Pramono adalah alumnus Akademi Militer tahun 1980, sedangkan Budiman angkatan 1978. Alumnus angkatan 1980 ke atas ini banyak sekali. Sehingga ditakutkan kalau tidak ada angkatan 1980 yang naik, akan banyak sekali penumpukan perwira,"

Aris menjelaskan, Pramono bersama para jenderal bintang tiga lainnya, punya kesempatan yang sama untuk menggantikan Jenderal George Toisutta. Apalagi Pramono punya pengalaman yang cukup untuk memimpin TNI AD.

"Kalau operasi militer semua sudah tahu. Kopassus itu kan jago bertempur. Kalau untuk operasi selain tempur, Pramono pernah memimpin operasi pendakian gunung tahun 1996. Dia juga pernah menjadi ajudan Presiden Megawati," jelasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memilih KSAD baru pengganti Jenderal George Toisutta. KSAD baru tersebut adalah Letjen Pramono Edhie Wibowo yang juga merupakan adik ipar SBY.

"Jadi Bapak Presiden sudah menerima usulan dari Panglima TNI. Pak Letjen Pramono Edhie Wibowo jadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)," ujar Mensesneg Sudi Silalahi saat berbincang dengan detikcom.

(rdf/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads