Seribu Pelajar Yogya Dites Urine
Rabu, 23 Jun 2004 17:26 WIB
Yogyakarta - Mulai Rabu (23/6/2004) Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan tes urine terhadap 1.000 pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).Tujuannya adalah untuk mengantisipasi dan memerangi peredaran narkoba serta mengetahui sejauh mana peredaran narkoba di kalangan pelajar Yogyakarta. Tes tersebut juga untuk melakukan evaluasi dan merumuskan kebijakan untuk menangulangi maraknya peredaran narkoba di kota ini.Tes urine tersebut dilakukan secara acak terhadap semua pelajar SLTA di kota pelajar ini baik siswa kelas I, II dan III. Untuk menghindari munculnya konflik di kalangan pelajar, semua pelajar yang diambil sampelnya tetap akan diberi identitas, tetapi nama responden disamarkan.Hal itu dikemukakan oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto kepada wartawan di kantor Balaikota Yogyakarta di Jl Ipda Tut Harsono, Rabu (23/6/2004).Menurut Herry, tes ini bukan dimaksudkan untuk menghakimi pelajar yang terbukti positif memakai narkoba. Sebab pelajar pemakai itu hanyalah korban dari para pengedar. "Pelajar yang positif terkena narkoba akan kita berikan konseling sehingga mereka bisa terselamatkan," kata Herry.Tes urine ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkot Yogyakarta dalam memerangi peredaran narkoba di kalangan pelajar. Sebab, pelajar merupakan aset masa depan bangsa sehingga kalau sampai pelajar rusak akibat narkoba, maka kondisi bangsa ini di masa depan bangsa ini juga terancam hancur.Apabila hasil tes urine terhadap 1.000 orang pelajar tersebut banyak yang positif, maka pihaknya akan menambah sampel lagi. Namun kalau yang positif ternyata sedikit, tidak akan menambah sampel lagi. Sedangkan untuk mendanai tes urine tersebut Pemkot Yogyakarta mengalokasikan dana Rp 60.000 sampai Rp 75.000 per sampel."Sampelnya acak baik siswa kelas I, II maupun kelas III. Meski semua akan diberi identitas, semua nama responden tetap disamarkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari konflik di antara pelajar, sekolah dan orangtua murid," katanya.Di tempat terpisah, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Wirosaban Yogyakarta Dr Mulyohartono menambahkan, pada hari pertama pelaksaan tes urine ini pihaknya sudah berhasil memeriksa 240 orang dari 1.000 pelajar yang ditargetkan. "Kita melakukan tes dengan cara mendatangi sekolah-sekolah dan memilih siswa secara acak. Tes ini akan terus kami lakukan sampai mencapai target yaitu 1.000 pelajar," katanya.
(nrl/)











































