"Keluarga di sini tidak ada yang tidak harmonis dengan Z," ujar nenek Z, Nyai (61) saat berbincang dengan detikcom di kediamannya yang terletak di Gang Madrasah, RT 2 RW 1, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Rabu (29/6/2011).
Nyai menuturkan, tidak ada perlakuan berbeda yang diterima cucunya. Selama ini, Z tetap bisa bermain dengan teman-temannya, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua RT di lingkungan rumah Z, Abdul Haris menceritakan hal senada kepada detikcom. Menurutnya, warga di sekitar tempat tinggal Z memiliki rasa kekeluargaan yang kuat.
"Kekeluargaan di sini sangat kuat sekali. Dan dari warga di sini tidak ada yang mengucilkan si Z," jelasnya.
Abdul mengaku, sejauh ini tidak ada laporan, baik dari keluarga Z maupun warga sekitar mengenai penolakan terhadap Z.
"Buktinya di dalam (rumah), Z sedang bermain dengan anak-anak sekitar sini," ucap Abdul Haris.
Z, gadis cilik berumur enam tahun yang kini bersekolah di sebuah TK di kawasan Pancoran Mas, Jawa Barat ini dinyatakan positif terkena HIV sejak berusia enam bulan. Virus itu ditularkan oleh ibundanya, Rosalina, yang tutup usia akibat AIDS pada 2009 lalu.
Ibunda Z tertular HIV dari suaminya yang juga ayah Z, Ridwan. Ridwan yang dikenal suka mabuk-mabukan dan menggunakan narkoba ini telah meninggal pada 2005 silam.
Kini, Z yang yatim piatu sejak 2009 diasuh kakek-neneknya yang sehari-hari hanya mengandalkan penghasilannya sebagai buruh tani. Kakak laki-laki Z juga telah meninggal karena AIDS saat berumur 2,5 tahun. Mereka kini mengandalkan Jamkesda untuk pengobatan rutin Z di RS Fatmawati dan mengharapkan uluran tangan para dermawan.
(nvc/fay)











































