"Besok rencananya pukul 14.00 WIB, akan dilantik. Pelantikan dipimpin presiden langsung di Istana Negara," ujar Mensesneg Sudi Silalahi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/6/2011).
Sudi memastikan keputusan presiden SBY untuk memilih Pramono Edhie didasarkan pada prestasi, track record dan jenjang karir yang bersangkutan. Sudi membantah bila ada unsur nepotisme dalam pemilihan ipar SBY ini menjadi KSAD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, TNI AD telah menyaring 7 nama perwira tinggi berpangkat letnan jenderal. Dari 7 nama, 3 diantaranya dinyatakan layak diajukan kepada presiden. Sisanya tidak dipilih karena usia dan pensiun yang sudah dekat.
3 Nama itu adalah Wakasad Letjen Budiman (alumnus Akabri 1978 kelahiran tahun 1956), Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo (alumnus Akabri 1980 kelahiran tahun 1955) dan Dankodiklat Letjen Marciano (alumnus Akabri 1978 kelahiran tahun 1954).
Dari tiga nama tersebut, Panglima TNI hanya mengajukan satu ke presiden SBY yakni Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo. Sebelum menjabat sebagai Pangkostrad, Pramono pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Pangdam III Siliwangi.
(her/fay)











































