Indonesia Tambah Emas dan Perak Olimpiade Tunagrahita

Laporan dari Athena

Indonesia Tambah Emas dan Perak Olimpiade Tunagrahita

- detikNews
Rabu, 29 Jun 2011 11:50 WIB
Indonesia Tambah Emas dan Perak Olimpiade Tunagrahita
Athena - Memasuki hari ketiga Olimpiade Dunia Tunagrahita 2011 di Athena, para atlet merah putih kembali berjaya dengan menambah perolehan 1 emas dari cabang Bocce dan 1 perak dari renang (28/6/2011).

Sekadar diketahui, bocce adalah olahraga bola terbuat dari baja yang berakar pada permainan kuno di zaman Kekaisaran Romawi, mirip olahraga tradisional Prancis, jeu de boules. Orang Prancis menyebut bocce sebagai la variante italienne du jeu de boules (jeu de boules varian italia, red).

Di bawah asuhan pelatih Triningsih, tim bocce Indonesia kategori campuran, yakni Ika Solehati (DKI), Vivi Indriani (Riau), Riko (Kalimantan Tengah) dan Fadilla Sobri (Bangka Belitung) menambah emas untuk republik setelah menundukkan Polandia di final.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan tambahan 1 perak dipersembahkan oleh Daniel Wijayanto melalui perjuangan di cabang akuatik (renang) gaya bebas putera 100 meter Divisi M15.

Daniel (26), atlet tunagrahita asal Surabaya dan kini tinggal di Semarang ini mencatatkan waktu 1:03.02 dalam pertarungan final melawan perenang dari Ekuador, Inggris, Israel, Jepang, Jerman, Jepang, Afrika Selatan dan Swedia.

Daniel hanya kalah tipis dari Valentino Henry Vergotine (Afrika Selatan) yang meraih emas dengan catatan waktu 01:01.77. Sementara perunggu diraih atlet Ekuador Jorge Jaime dengan catatan waktu 01:05.80.

Ke Final Bulutangkis

Di cabang bulutangkis ganda puteri dan putera Indonesia, masing-masing Noni Marlina/Ati Hasyim dan Alex Wiranata/Komaruddin masih menjalani duel-duel penyisihan.

Alex Wiranata/Komaruddin melaju ke babak berikutnya setelah dalam duel ganda putera Divisi MD1 menyisihkan Mominul Islam/MD Ashiqul I. Rashel (Bangladesh), Grant Hunter/James Pert (Inggris) dan Artem Shalaev/Alexander Tumbartsev (Rusia).

Adapun pasangan Noni Marlina/Ati Hasyim juga sukses menembus ke babak berikutnya setelah dalam duel di Divisi FD1 menyingkirkan antara lain Yuen Yee Lai/Wai Ling Ng (Hong Kong) dan Irina Egorova/Olga Sokolova (Rusia).

Apresiasi

Menteri Sosial RI Dr. Salim Segaf Al Jufri yang memberikan dukungan langsung ke gelanggang pertarungan, menilai bakat dan persiapan matang merupakan modal bagi putera-puteri Indonesia untuk tangguh menghadapi atlet-atlet dari negara-negara lainnya.

"Apresiasi saya untuk para pelatih SOINA, termasuk para orangtua yang tekun dan sabar dalam membina para atlet, terutama selama persiapan sebulan di Ragunan," ujar menteri, sebagaimana disampaikan Sekretaris I Jani Sasanti kepada detikcom.

Menteri juga telah melakukan pertemuan dengan Ketua Panitia Olimpiade Madame Joanna Despotopoulou untuk menyampaikan penghargaan dan terimakasih dari pemerintah dan bangsa Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Yunani sebagai tuan rumah olimpiade.

Keramahan dan pengaturan yang sempurna merupakan prestasi mengagumkan pemerintah Yunani, meskipun negara tersebut sedang dalam kesulitan.

Lebih-lebih olimpiade ini khusus untuk para atlet tunagrahita, sehingga memerlukan perhatian khusus dari panita penyelenggara dan pelatih dari masing-masing negara peserta.




(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads