"Ini sama-sama mau DPD mau DPR seperti anak kecil. Seperti rampok teriak rampok. Sama saja semuanya. Tak ada lagi teladan sebagai pimpinan," kata pengamat politik UI, Iberamsjah saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/6/2011).
Iberamsjah menilai ada yang salah dari komunikasi Marzuki dengan Laode. Kondisi ini malah berujung kontraproduktif dan tidak bermanfaat.
"Buat apa saling ribut ngurusin gedung lah kantor baru lah. Semua tidak ada yang bicara soal rakyat. Bicara soal TKI. Mereka hanya berfikir dirinya sendiri. Saling ejek saling tuding, rakyat sudah capek," imbuhnya.
Menurut Iberamsjah, kisruh dua pimpinan lembaga ini harus segera dihentikan. Jika tidak akan berdampak buruk pada proses dan mekanisme lembaga negara.
"Keduanya harus bisa menempatkan diri. Jangan malah saling menjatuhkan," tandasnya.
(ape/ape)











































