LSI Tantang Anas Buat Survei Tandingan

LSI Tantang Anas Buat Survei Tandingan

- detikNews
Rabu, 29 Jun 2011 02:31 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum meragukan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan kepuasan publik terhadap SBY turun menjadi 47 persen. Pihak LSI menantang Anas membuat survei tandingan untuk membantah hasil survei tersebut.

"Hasil survei hanya bisa ditandingi dengan survei baru, jadi bikinlah survei lain untuk membuktikan bahwa hasilnya berlawanan dengan hasil survei yang telah saya buat," kata Peneliti Senior LSI, Sunarto Ciptoharjono, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/6/2011).

Menurut Sunarto, selama ini pihaknya sudah terbiasa mendapatkan komentar miring terkait hasil survei yang dilakukannya. Ia pun secara terbuka menerima semua kritikan yang masuk. Namun ia mengklaim hasil survei tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dikomentari ya wajar, nggak ada masalah. Kita nggak bisa maksa orang untuk percaya, tapi silakan saja cek track recordnya," jelasnya.

Sunarto membantah jika survei yang dilakukannya merupakan 'pesanan' dari pihak-pihak tertentu. Ia menjelaskan, pasca pilpres sudah 6 kali melakukan survei nasional untuk memotret persepsi publik terhadap isu-isu terkini. Ada banyak pertanyaan yang diajukan, di antaranya pertanyaan mengenai partai, penilaian terhadap lembaga-lembaga negara, dan partai apa yang akan dipilih jika Pemilu diadakan sekarang.

"Kita akan lakukan terus (survei), karena itu memang pekerjaan kita," tutupnya.

Sebelumnya, Anas meragukan hasil survei yang dilakukan LSI terkait turunya popularitas SBY hingga menyentuh angka 47 persen.

"Terus terang, saya ragu dengan hasil survei kali ini. Kalau hasilnya di bawah 50 persen, agaknya ini bukan survei yang memotret realitas. Surveinya cenderung mengarahkan realitas. Kalau angkanya sedang turun, mungkin saja. Tetapi kalau di bawah 50 persen, saya cenderung melihat ini sudah kampanye negatif kepada SBY dan Pemerintah," ujar Anas dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (28/6/2011).


(ape/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads