Pertemuan SBY-Dubes Arab Saudi Tak Bahas Polemik Permintaan Maaf

Pertemuan SBY-Dubes Arab Saudi Tak Bahas Polemik Permintaan Maaf

- detikNews
Selasa, 28 Jun 2011 17:58 WIB
Jakarta - Polemik 'maaf' antara Menlu Marty Natalegawa dan Dubes Arab Saudi Abdulrahman Al Khayyath terkait kasus Ruyati tak dibicarakan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Persoalan tersebut bukan urusan kepala negara.

"Tidak dalam level kepala negara disampaikan," kata juru bicara kepresidenan bidang luar negeri, Teuku Faizasyah, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/6/2011). Faiz menyampaikan hal tersebut saat ditanya apa isi pertemuan antara SBY dan Al Khayyath di kantor presiden.

Ditambahkan Faiz, pembicaraan antara SBY dan Al Khayyath masih seputar pelaksanaan kompetisi hafalan Al Quran tingkat ASEAN dan pasifik yang baru saja digelar di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, pemerintah Arab Saudi bertindak selaku sponsor utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah pertemuan juga membahas moratorium? Faiz mengatakan hal tersebut tidak disinggung. Yang jelas, Dubes Arab Saudi siap menyampaikan semua permintaan Indonesia, termasuk surat Presiden SBY untuk raja Arab Saudi.

"Jadi itu menjadi perhatian yang bersangkutan dan mudah-mudahan masalah ini bisa dikoordinasikan," imbuhnya.

Sebelumnya, melalui siaran pers yang diterbitkan 23 Juni lalu, Kedutaan Besar Arab Saudi tegas-tegas membantah pernyataan Marty Natalegawa. Pihak Arab Saudi mengklaim tidak pernah mengakui lalai dan minta maaf terkait kasus Ruyati.

"Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa Ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap TKI/Ruyati," begitu bunyi siaran pers itu.

Pernyataan resmi Kedutaan Arab Saudi itu kontan membuat publik bertanya-tanya. Sebab, sehari sebelumnya, Marty dengan tegas menyebutkan pihak Arab Saudi telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf kepada Indonesia.

"Betul, mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan," kata Marty di Istana Negara pada 22 Juni.

Statemen yang saling bertolak belakang itu makin digunjingkan setelah Marty seperti enggan menanggapi persoalan itu. Ditemui di Istana Presiden pada 24 Juni, Marty hanya menyebutkan semua yang disampaikan ke pers telah sesuai fakta.

"Nggak ada lagi yang saya sampaikan mengenai masalah itu. Kami kira semua sudah sesuai fakta," kata Marty. Marty juga tidak secara tegas membantah semua pernyataan Kedubes Arab Saudi.

(mad/rdf)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads