Anas: Ada Kampanye Negatif Terhadap SBY

Anas: Ada Kampanye Negatif Terhadap SBY

- detikNews
Selasa, 28 Jun 2011 17:51 WIB
Anas: Ada Kampanye Negatif Terhadap SBY
Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meragukan survei LSI bahwa kepuasan publik terhadap SBY turun hingga 47 persen. Anas melihat ada kampanye negatif terhadap Presiden SBY.

"Terus terang, saya ragu dengan hasil survei kali ini. Kalau hasilnya di bawah 50 persen, agaknya ini bukan survei yang memotret realitas. Surveinya cenderung mengarahkan realitas. Kalau angkanya sedang turun, mungkin saja. Tetapi kalau di bawah 50 persen, saya cenderung melihat ini sudah kampanye negatif kepada SBY dan Pemerintah," ujar Anas dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (28/6/2011).

Anas menuturkan, pertanyaan yang dilontarkan sengaja dipilih permasalahan terkini. Survei ini dinilainya didesain untuk mempengaruhi responden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihat saja. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saja, kelihatan responden dibombardir dengan masalah-masalah yang tengah muncul. Bukan pertanyaan yang berimbang antara prestasi dan permasalahan. Disain surveinya kelihatan mengarahkan dan sengaja mempengaruhi persepsi responden," keluhnya.

Namun ia yakin Presiden SBY tak goyah. Dan mampu bangkit dan meningkatkan prestasi.

"Tetapi saya yakin Presiden SBY dan Pemerintah tidak akan goyah semangatnya untuk terus bekerja keras. Justru sebaliknya makin terpacu untuk meningkatkan kinerja dan prestasi. Hasil survei, apapun hasilnya dan apapun tendensi di belakangnya, adalah pemacu SBY dan Pemerintah bekerja makin keras, makin produktif dan memproduksi faedah untuk rakyat," ujarnya.

Ia yakin sekali survei tak akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap SBY.

"Naik turunnya angka kepuasan publik adalah perkara yang lumrah saja. Tidak ada yang ganjil kalau kadangkala tingkat kepuasan publik naik atau turun. Dulu pada periode pertama, angka SBY juga sempat turun. Tetapi kembali naik dan bahkan dipercaya dan dipilih menjadi Presiden untuk periode kedua dengan angka yang lebih meyakinkan," tandasnya.

(van/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads