"Kalau urusan pensiun dini PNS itu kebijakan nasional, bukan kebijakan sektoral," kata Nuh di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2011).
Nuh menjelaskan, semangat penghematan telah ada di Kemendiknas. Hal ini dikarenakan anggaran gaji untuk guru luar biasa besar bisa mencapai 60 sampai 70 persen APBN pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan kebutuhan guru sampai tahun 2014 kira-kira mencapai 300 ribu orang.
"Nah kalau kita menggunakan metode 1:24 satu guru untuk 24 murid, kalau sekarang itu kan 1 guru bisa sampai 13 murid. Kalau satu berbanding 24 lalu ditambah multigrade maka kebutuhan yang 300 ribu bisa dikompres bisa sampai 48 ribu. Misalnya, ajar matematika masa tidak bisa fisika," papar Nuh.
Selain itu, lanjut dia, penghematan diterapkan pada pegawai Kemendiknas. "Kalau ke pegawai tentu saja ada penghematan, misalnya ada pensiun 100 orang, saya tidak terima 100 orang. Paling tidak 50 persennya. Itu sudah bisa kita lakukan," kata Nuh.
Anggota Komisi XI DPR RI Kemal Azis Stamboel sebelumnya menyatakan, program pensiun dini dibutuhkan mengingat alokasi belanja pegawai yang terus membengkak, belum ditambah dengan beban keuangan lanjutan seperti untuk pensiun dan tunjangan hari tua.
(aan/fay)











































