PGRI: Lucu, Ada Capres Tawarkan Pendidikan Gratis
Rabu, 23 Jun 2004 16:31 WIB
Jakarta - Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) HM Surya meminta capres memperhatikan reformasi pendidikan supaya dapat mencerdaskan kehidupan bangsa."Yang harus menjadi perhatian para capres adalah mereformasi pendidikan supaya bisa mencerdasakan kehidupan bangsa. Saat ini pendidikan telah mengalami penyempitan-penyempitan, seperti pendidikan dianggap sekadar skolastik yang bersifat akademik dan diukur dari NEM, ujian dan sebangsanya,".Demikian disampaikan Surya dalam diskusi bertajuk Masyarakat Peduli Reformasi di PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (23/6/2004).Menurutnya, kampanye para capres sudah menyinggung dana pendidikan. "Sangat lucu kalau ada kampanye capres yang menjanjikan pedidikan gratis, SPP gratis karena sebenarnya pendidikan itu mahal," kata Surya.Lebih baik, lanjut Surya, capres berkonsentarsi pada reformasi guru misalnya memberikan kesempatan pada guru menjalankan otoritas dan tidak terlalu banyak mendapatkan intervensi dari pemerintah.Surya mengatakan PGRI telah menyampaikan 5 pesan moral kepada capres. Pertama, mengenai UU guru, realisasi anggaran pendidikan yaitu 20 persen APBD dan menyelesaikan masalah guru yang menyangkut jumlah, mutu, distribusi seimbang, kesejahteraan dan manajemen yang baik.Selanjutnya, menggolkan sistem penggajian khusus dan terakhir memperbaiki manajemen pendidikan."Kami harap capres mau perhatikan aspirasi guru," imbuhnya.Calon presiden dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz menjanjikan kepada para pedagang di Pasar Kembang (Pasar Anyar) Kota Bogor, Senin (7/6/2004) akan menghilangkan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) bagi pelajar di tingkat SLTP dan SLTA jika terpilih nanti.
(aan/)











































