Unjuk rasa ini berlangsung di depan kantor Walikota Bogor, Jl Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/6/2011).
Seratusan mahasiswa ini datang dengan mengenakan baju almamater hijaunya. Sejumlah poster dan spanduk ikut meramaikan aksi mereka.
Spanduk bertuliskan 'Bogor bukan halal tapi kota haram. Tolak Poligami' terpampang di depan kantor Walikota. Begitu juga dengan salah satu poster bertuliskan 'Turunkan Walikota Bogor yang hobi berpoligami'.
Mahasiswa juga sempat mencoba masuk dengan menaiki pagar kantor Walikota Bogor. Mereka hendak melakukan sweeping mencari Diani ke dalam ruangannya. Namun aksi ini dihadang Satpol PP. 3 Mahasiswa pun kemudian diamankan.
Meski begitu mereka tetap melanjutkan aksi. Mahasiswa terus berorasi. Dalam orasinya, seorang mahasiswa Ahmad Hidayat mengatakan, Walikota Bogor sudah tidak mempunyai hati nurani lagi.
"Dia lebih mementingkan poligami daripada mengurus berbagai persoalan di Kota Bogor, dari mulai kemacetan, sampah dan perizinan bangunan liar," teriaknya.
Aksi ini memacetkan Jl Juanda. Kemacetan mencapai 500 meter ke arah Jl Kapten Muslihat. Namun seratusan polisi dibantu seratusan Satpol PP sudah mengamankan lokasi aksi unjuk rasa. Beberapa polantas juga terus mengatur lalu lintas.
Sekitar pukul 11.45 WIB, sebelum mahasiswa membubarkan diri, mahasiswa mengancam Walikota Bogor. Mahasiswa akan kembali menduduki kantor Walikota jika Diani tidak memberikan keterangan resmi mengenai pernikahannya yang keempat kali. Setelah mahasiswa membubarkan diri, Jl Juanda berangsur-angsur lancar kembali.
(gus/fay)











































