Pantauan detikcom, Selasa (28/6/2011), api dan asap memang sudah tidak membumbung tinggi seperti tadi malam. Namun api dan asap masih tampak di gedung 4 lantai itu, terutama di lantai 1 dan 2.
Petugas pemadam kebakaran masih belum bisa masuk ke areal pertokoan. Mereka cuma bisa menyemprotkan air dari luar dengan mobil pemadam yang dilengkapi selang hidrolik panjang yang bisa mencapai ke lantai empat.
Ada sekitar 3.000 kios di pasar kain dan baju yang disebut sebagai Tanah Abang-nya Makassar ini. Lantai 1, 2 dan 3 berisi aneka toko kain, pakaian jadi dan sepatu. Lantai 4 adalah Matahari departement store. Sedangkan di lantai basement ada pasar tradisional.
Ratusan pedagang yang berdatangan pada pagi hari shock melihat tempat usaha mereka musnah dilalap api. Sebagian menangis membayangkan kerugian jutaan rupiah. Mereka minta jaminan dari Pemkot Makassar akan kelangsungan usaha mereka.
"Kami minta pemerintah menyediakan tempat sementara untuk pedagang, apalagi sudah mendekati bulan Ramadhan," kata Suri, seorang pedagang diamini para pedagang lainnya.
Mereka khawatir kebakaran diakibatkan ulah pihak tertentu. Pada 1990 silam, Pasar Sentral pernah terbakar, lantas dibangun pasar modern yang selesai pada 1994 yang lantas dijual ke pedagang.
Sementara, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin pagi tadi sempat datang ke lokasi kebakaran. Dia menjamin Pemkot Makassar akan menyiapkan tempat berjualan sementara.
"Kami meminta para pedagang bersabar, kami akan bantu untuk menyiapkan tempat sementara untuk berjualan," ujar Ilham sebelum meninggalkan lokasi untuk touring motor gede ke Kabupaten Tana Toraja.
(mna/fay)











































