"Itu seperti drama India. Kalau drama India, lakonnya ditenggelamkan dulu. Tapi akhirnya akan muncul kebenarannya. Itu (temuan MK) tidak benar dan menyusun skenario. Nanti Bapak (Arsyad) yang akan jelaskan," kata Neshawati Sanusi.
Hal tersebut ia sampaikan saat dimintai keterangan oleh Panja Mafia Pemilu di Gedung DPR, Senayan, Selasa (28/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah dengar itu (pertemuan dengan Dewi). Pada tanggal 15 (Agustus 2009) saya tidak ada di Jakarta. Saya berada di Surabaya jemput anak saya. Saya kembali tanggal 18," katanya.
Meski menyangkal bertemu Dewi dalam pertemuan tersebut Nesha mengaku sudah lama mengenal Dewi. Ia kadang bertemu dengan Dewi saat lebaran tiba namun mengaku jarang berkomunikasi.
Nesha mengaku tak kenal dengan Nalom, juru panggil MK. Begitu juga membantah mengenal dekat Hasan, staf MK. Hasan adalah staf MK yang bersama Nalom mengantar surat MK bertanggal 17 Agustus yang diterima Andi Nurpati. Kedua staf MK ini mengaku menerima telepon dari Neshawati untuk menyerahkan surat kepada Dewi Yasin sebelum diserahkan ke Andi.
"Saya cuma sekali ketemu Hasan. Sama Rara ponakan saya, dia bilang ini pacarnya, Hasan di Cempaka Mas. Tak pernah berhubungan lagi," kata Nesha.
(adi/anw)










































