Dialog Nuklir Korut Dibuka, AS akan Ajukan Tawaran
Rabu, 23 Jun 2004 16:16 WIB
Jakarta - Para negosiator dari enam negara hari ini membuka pertemuan lanjutan mengenai krisis nuklir Korea Utara (Korut). Namun tidak banyak yang berharap adanya kemajuan dalam upaya solusi konflik nuklir Amerika Serikat dan Korut.Dialog multilateral yang diikuti AS, dua Korea, Jepang, Rusia dan Cina itu akan berlangsung selama empat hari di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing, Cina. Dua pertemuan terdahulu yang juga digelar di ibukota Beijing gagal menghasilkan keputusan penting untuk menyelesaikan krisis nuklir berkepanjangan itu.Namun dalam pembicaraan kali ini, AS akan menawarkan insentif bersyarat kepada Korut, jika negeri komunis itu menghenikan program senjata nuklirnya. Termasuk, jaminan sementara untuk tidak menyerang Korut.Demikian diberitakan surat kabar terkemuka AS, The New York Times dalam edisi hari Rabu (23/6/2004) seperti dilansir Reuters.Insentif itu, jika jadi ditawarkan, akan menjadi tawaran signifikan pertama bagi Korut sejak Presiden George W Bush mulai memimpin AS lebih dari tiga tahun lampau.Sesuai proposal itu, bantuan juga akan segera mengalir ke negeri komunis itu begitu pemimpinnya, Kim Jong-il membuat komitmen untuk menghentikan program senjata nuklir. "Cina, Rusia, Jepang dan Korea Selatan akan segera memulai pengiriman ribuan ton bahan bakar setiap bulan, dan Washington akan menawarkan jaminan 'sementara' untuk tidak menyerang negara itu atau menggulingkan pemerintahan Mr. Kim," demikian tulis koran AS itu.Belum jelas bagaimana sambutan Korut yang sukar ditebak itu atas proposal tawaran Washington ini.
(ita/)











































