Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tapanuli Utara Sanggam Hutagalung menyatakan, seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka langkah-langkah penanganan pun sudah berubah dibanding pada masa tanggap darurat. Dapur-dapur umum yang semua disediakan di beberapa lokasi pengungsian, kini sudah tidak lagi difungsikan.
โBantuan yang ada langsung disalurkan kepada warga,โ kata Sanggam kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pendataan terakhir yang dilakukan Pemda Tapanuli Utara bencana gempa yang terjadi, secara keseluruhan menyebabkan kerusakan 2.511 rumah. Perinciannya, sebanyak 266 unit mengalami kerusakan berat, 124 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 2.121 kerusakan ringan.
Sementara fasilitas umum dan sosial yang mengalami kerusakan antara lain 35 unit gedung sekolah, 8 unit pasar, dan 14 unit gedung kesehatan. Data ini berasal dari beberapa kawasan yang terkena langsung efek gempa, terutama Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu. Kedua kecamatan tersebut yang paling parah terkena efeknya ketika gempa berkekuatan 5,5 SR melanda Tapanuli Utara pada Selasa (14/6/2011). Gempa itu terjadi dua kali, guncangan pertama pada pukul 07.08 WIB, dan yang kedua sekitar pukul 10.01 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini
(rul/her)











































